Malang, (Unas). Universitas Nasional (Unas) resmi menandatangani kerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Fisika Medis Indonesia (AIPFMI) dan Asosiasi Fisikawan Medis Seluruh Indonesia (AFISMI) dalam acara yang berlangsung di Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya. Kesepakatan ini menandai langkah maju dalam pengembangan fisika medis di Indonesia melalui sinergi antara institusi akademik dan profesional di bidang tersebut dalam PENDIDIKAN, PENELITIAN, DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI BIDANG FISIKA MEDIS.
Foto Penandatangan dokumen kerjasama
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ratno Bagus Edy Wibowo, Ph.D., Dekan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas inisiatif kerja sama ini, yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik dan profesional dalam bidang fisika medis.
“Kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah dalam momen penting ini. Semoga kerja sama antara AIPFMI, AFISMI, dan universitas-universitas yang hadir dapat membawa dampak besar bagi kemajuan fisika medis di Indonesia. Fakultas MIPA Universitas Brawijaya siap mendukung inisiatif-inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian dalam bidang ini,” ujar Ratno Bagus Edy Wibowo, Ph.D.
Beliau juga menyambut hangat seluruh delegasi dari 14 universitas ternama di Indonesia, yang turut hadir dalam acara ini. Kehangatan dan keramahan beliau terlihat dari cara beliau berinteraksi dengan para tamu, menyapa setiap perwakilan dengan penuh antusias dan memberikan apresiasi atas kehadiran mereka.
“Kami menyadari bahwa kolaborasi adalah kunci untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk saling bertukar ilmu, memperkuat jejaring, dan merancang program-program yang dapat memberikan manfaat bagi dunia akademik dan industri kesehatan,” tambahnya.
Ratno Bagus Edy Wibowo, Ph.D. (Dekan Fakultas MIPA, UB) menyerahkan plakat penghargaan kepada Ruliyanto, Ph.D (Dekan FTS Universitas nasional)
Penandatanganan ini dihadiri oleh perwakilan dari 13 universitas ternama di Indonesia, yang menjadi anggota yang terdiri dari:
- Universitas Nasional (Unas)
- Universitas Diponegoro
- Universitas Brawijaya
- Universitas Indonesia
- Institut Teknologi Bandung
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Airlangga
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Universitas Hasanuddin
- Universitas Andalas
- Universitas Udayana
- Universitas Matana
- Universitas Kristen Satya Wacana
Program studi Fisika, Universitas Nasional sendiri sudah tergabung dalam AIPFMI sejak 2018, dan telah menjadi anggota tetap sejak tahun 2023. Dekan Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional Assoc. Prof. Ruliyanto, S.T., M.T., Ph.D., IP, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan aplikasi fisika medis di Indonesia. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat jejaring akademik serta meningkatkan kontribusi nyata fisika medis dalam dunia kesehatan,” ujarnya.
Penandatanganan dokumen oleh Dekan FTS Universitas Nasional
Ketua AIPFMI, Prof. Dr. Wahyu Setia Budi, F.Med, menambahkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri kesehatan. Sementara itu, Ketua AFISMI, , Dr. Lukmanda Evan Lubis, F.Med, , menekankan pentingnya sertifikasi dan peningkatan kompetensi fisikawan medis agar dapat bersaing di tingkat global.
Dalam agenda kerja sama ini, berbagai program telah disepakati, di antaranya:
✅ Pengembangan kurikulum berbasis standar internasional
✅ Riset bersama dalam bidang fisika medis dan teknologi kesehatan
✅ Pelatihan dan workshop bagi mahasiswa serta tenaga profesional
✅ Sertifikasi dan peningkatan kompetensi fisikawan medis
✅ Pertukaran mahasiswa dan dosen antar universitas peserta
Acara penandatanganan ini diakhiri dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan pakar fisika medis dari berbagai universitas dan rumah sakit terkemuka. Para peserta membahas tantangan dan peluang dalam penerapan fisika medis di era digital serta strategi peningkatan kerja sama antar akademisi dan industri kesehatan.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan fisika medis Universitas nasional khususnya dan di Indonesia pada umumnya dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam dunia kesehatan serta inovasi teknologi kedokteran (Rul).