Jakarta, 20 Januari, 2026, Fakultas Teknik dan Sains (FTS) menyelenggarakan rapat persiapan akreditasi Program Studi Teknik Fisika yang dirangkaikan dengan pembahasan penyusunan Standar Laboratorium dan Keselamatan, Kesehatan Kerja, serta Lingkungan Laboratorium (K3LL). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola laboratorium, meningkatkan mutu akademik, serta memastikan kesiapan dokumen dan implementasi standar dalam mendukung proses akreditasi.
Dalam rapat tersebut, Dekan Fakultas Teknik dan Sains menekankan pentingnya penyusunan standar spesifik K3LL yang terstruktur dan dapat diterapkan secara menyeluruh di lingkungan FTS. Penyusunan standar ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, khususnya Biro Administrasi Umum (BAU) sebagai unit yang berperan dalam pengelolaan fasilitas dan keselamatan gedung. Penetapan penanggung jawab, termasuk Building Manager, dinilai penting untuk menjamin efektivitas pelaksanaan standar di lapangan.
Kepala Unit Penjaminan Mutu FTS menyampaikan bahwa hingga saat ini standar spesifik laboratorium, terutama di tingkat program studi, masih perlu disusun secara lebih komprehensif. Dokumen yang diperlukan meliputi manual mutu laboratorium, kelengkapan administrasi, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk setiap peralatan laboratorium. Aspek ini menjadi perhatian utama karena akan menjadi bagian penting dalam audit mutu dan penilaian akreditasi.
Perwakilan Badan Penjaminan Mutu (BPM) menjelaskan bahwa setiap unit kerja diberikan kewenangan untuk menyusun standar spesifik sesuai karakteristik masing-masing. Untuk laboratorium, FTS disarankan memiliki satu standar laboratorium dengan cakupan luas yang telah memuat aspek K3LL. Apabila terdapat perbedaan karakteristik antar laboratorium, maka dapat disusun standar spesifik tambahan. Seluruh standar tersebut perlu dilengkapi dengan dokumen pendukung, seperti SOP, panduan praktikum, modul mata kuliah, formulir, serta alur proses laboratorium.
FTS juga telah memiliki pedoman umum K3LL Teknik dan Sains yang menjadi dasar penyusunan standar lanjutan. Ke depan, fakultas akan melakukan pemetaan terhadap sembilan laboratorium yang berada di lingkungan FTS dan mengundang para Kepala Laboratorium untuk bersama-sama menyusun standar dan dokumen pendukung yang akan ditetapkan serta ditandatangani oleh masing-masing Kepala Laboratorium.
Dari sisi sarana dan prasarana, BAU menyampaikan bahwa dokumen K3 tingkat universitas saat ini masih dalam tahap penyusunan dan akan segera disempurnakan. Selain itu, FTS merencanakan pelaksanaan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dengan dukungan BAU yang saat ini tengah melakukan pendataan dan pengisian ulang tabung APAR di lingkungan kampus.
Rapat ini juga menyoroti pentingnya kalibrasi peralatan laboratorium secara berkala. Selain mendukung kegiatan praktikum, kalibrasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan laboratorium dan membuka peluang kerja sama dengan industri. Meskipun memerlukan perencanaan serta biaya yang tidak sedikit, langkah ini dipandang strategis dalam meningkatkan daya saing Program Studi Teknik Fisika pada proses akreditasi.
Sebagai tindak lanjut, disepakati pembentukan Tim Fakultas yang bertugas menyusun Standar Laboratorium dan K3LL FTS. Standar minimal akan disiapkan sebagai acuan dasar, yang selanjutnya dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing laboratorium dan program studi.
Rapat dihadiri oleh: Dekan Fakultas Teknik dan Sains (Ruliyanto), Wakil Dekan Fakultas Teknik dan Sains (Basori), perwakilan Badan Penjaminan Mutu (Ibu Mila Evelianti dan Ibu Mia Handini), perwakilan Biro Administrasi Umum/BAU (Ibu Eka), Ketua Program Studi Teknik Fisika (Ibu Erna Kusumawati), Kepala Unit Penjaminan Mutu FTS (Ibu Ni Larasti Kartika), dosen Program Studi Teknik Fisika (Bapak Vekky, Bapak Ajat Sudrajat, dan Ibu Fitria Hidayanti), serta perwakilan Tata Usaha Fakultas Teknik dan Sains (Ibu Ernawati selaku Kepala Tata Usaha, Bapak M. Nurdin, dan Bapak M. Anggiya).


