Dari Salju hingga Sakura: Perjalanan Magang Firda Maudi Zahra di Industri Jepang yang Penuh Tantangan

Matsusaka, Jepang – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional, Firda Maudi Zahra, menjalani Program Magang Internasional Jepang di Nishitani Co., Ltd., Kota Matsusaka, Prefektur Mie. Program ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya menantang secara teknis, tetapi juga secara fisik, mental, dan budaya.

Adaptasi Cepat di Negeri Empat Musim

Sejak awal keberangkatan, Firda harus beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk bahasa Jepang yang digunakan secara intens di bandara, tempat tinggal, hingga lingkungan kerja. Meski memiliki bekal kemampuan bahasa yang cukup baik, ia mengakui tetap membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan kecepatan percakapan dan tulisan di ruang publik Jepang.

Dalam waktu sekitar satu minggu, Firda berhasil menyesuaikan diri dengan ritme kerja, rekan satu tim, serta budaya kerja Jepang yang sangat menjunjung ketepatan waktu, ketelitian, dan disiplin.

Belajar dari Kesalahan, Tumbuh Menjadi Profesional

Selama pelaksanaan magang, Firda terlibat langsung dalam proses perakitan hose dan komponen otomotif, yang menuntut ketelitian tinggi dan kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP). Ia sempat mengalami kesalahan teknis pada tahap awal pekerjaan, seperti perbedaan ukuran mark hose dan penggunaan lem (aron) yang melebihi batas toleransi.

Namun, melalui arahan langsung dari hancho (leader), Firda belajar pentingnya melakukan pengecekan ulang sebelum produk dikemas dan dikirim. Sejak saat itu, ia menerapkan kebiasaan kerja yang lebih teliti dan sistematis, yang berdampak positif pada kualitas hasil kerjanya.

Kepercayaan sebagai Bukti Prestasi

Prestasi membanggakan diraih Firda ketika ia dipercaya oleh hancho untuk membimbing beberapa pegawai baru, yang akan melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya ia tangani. Selama kurang lebih dua minggu, Firda berperan aktif dalam mengajarkan alur kerja, standar kualitas, serta teknik perakitan yang benar.

Kepercayaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kemampuan teknis, sikap kerja, dan kedisiplinan yang ditunjukkan Firda selama magang. Peran tersebut sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim, yang menjadi bekal penting dalam dunia kerja profesional.

Ilmu Teknik dan Kehidupan Nyata

Selain meningkatkan keterampilan teknis, Firda juga memperoleh pemahaman baru mengenai:

  • Cara kerja sensor dan sistem otomasi pada mesin perakitan
  • Kombinasi alat manual presisi dan mesin otomasi dalam proses produksi
  • Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), termasuk prosedur mematikan sumber listrik dan menjaga kebersihan area kerja

Di luar pabrik, kehidupan sehari-hari di Jepang menjadi “kelas kehidupan” tersendiri. Firda belajar hidup mandiri, mengelola keuangan bulanan, memahami sistem pemilahan sampah, menaati aturan lalu lintas saat bersepeda, hingga menghadapi tantangan cuaca ekstrem—dari musim dingin bersalju, musim semi dengan serbuk sakura, hingga panas menyengat di musim panas.

Pengalaman yang Membentuk Karakter

Magang internasional ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter Firda menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Ia menyebut pengalaman ini sebagai momen berharga untuk mengenal diri sendiri dan mempersiapkan masa depan profesional.

Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional menilai pengalaman Firda Maudi Zahra sebagai contoh nyata keberhasilan program magang internasional dalam mencetak mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global. Program ini diharapkan terus berkembang dan membuka lebih banyak peluang internasional bagi mahasiswa UNAS di masa mendatang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *