Jakarta – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional, Nadira Padhilah Putri, menyampaikan laporan pengalaman magang internasional Jepang Batch I-1 dalam audiensi bersama Dekan Fakultas Teknik dan Sains. Dalam pertemuan tersebut, Nadira mengungkapkan bahwa pergantian cuaca dan musim di Jepang menjadi salah satu kendala utama yang ia hadapi selama menjalani program magang.
Perubahan iklim yang cukup ekstrem dibandingkan dengan kondisi Indonesia berdampak pada adaptasi fisik dan stamina, khususnya pada fase awal magang. Namun demikian, melalui proses penyesuaian bertahap dan kedisiplinan dalam menjaga kondisi tubuh, Nadira mampu beradaptasi dengan baik dan tetap menjalankan tugas secara profesional.
Tanggapan Dekan Fakultas Teknik dan Sains
Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Teknik dan Sains Ir. Ruliyanto, S.T., M.T., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas ketangguhan mahasiswa dalam menghadapi tantangan magang internasional.
“Adaptasi terhadap pergantian cuaca dan musim merupakan tantangan nyata bagi mahasiswa Indonesia. Namun, justru dari proses inilah terbentuk karakter tangguh, disiplin, dan mandiri. Nadira telah menunjukkan sikap profesional yang patut diapresiasi,” ujar Dekan FTS.
Beliau juga menambahkan bahwa masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi fakultas untuk memperkuat pembekalan pra-keberangkatan, tidak hanya dari sisi akademik dan bahasa, tetapi juga kesiapan fisik dan mental mahasiswa.
Prestasi dan Kepercayaan Selama Magang
Di balik tantangan cuaca dan adaptasi lingkungan, Nadira berhasil menorehkan prestasi membanggakan selama menjalani magang di Jepang. Pada pertengahan masa magang, ia memperoleh kepercayaan langsung dari leader perusahaan untuk membimbing dan mendampingi mahasiswa magang baru yang berasal dari Indonesia.
Dalam peran tersebut, Nadira bertanggung jawab memberikan pengarahan terkait alur kerja, budaya kerja perusahaan, serta penggunaan bahasa Jepang di lingkungan kerja selama kurang lebih satu bulan penuh. Kepercayaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kemampuan teknis, sikap kerja, serta kedisiplinan yang telah ia tunjukkan selama magang.
Tanggung jawab sebagai pendamping magang tidak hanya memperkuat kompetensi teknis Nadira, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Melalui peran tersebut, Nadira turut membantu mahasiswa magang baru dalam mempercepat proses adaptasi, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih baik, percaya diri, dan nyaman di lingkungan industri Jepang.
Pembelajaran dan Dampak Positif
Selain pencapaian profesional, pengalaman magang internasional ini juga memberikan pembelajaran penting dalam pembentukan karakter. Nadira semakin memahami pentingnya disiplin waktu, ketelitian, kepatuhan terhadap SOP, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kehidupan sehari-hari di Jepang turut membentuk kemandirian dan tanggung jawab sebagai individu.
Komitmen FTS UNAS
Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional menilai bahwa pengalaman dan prestasi Nadira Padhilah Putri merupakan bukti nyata keberhasilan program magang internasional dalam membentuk lulusan yang berdaya saing global. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mengikuti program serupa sebagai bagian dari implementasi MBKM dan internasionalisasi pendidikan tinggi.
FTS UNAS berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam memperoleh pengalaman global yang tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik dan teknis, tetapi juga membentuk karakter profesional yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan dunia kerja internasional.


