Mengeksplorasi Jepang Melalui MBKM: Mahasiswa FTS Siap Beraksi!

Jepang (Unas).

“Bukan sekadar magang, ini adalah perjalanan transformasi!”

Jepang, negeri dengan kemajuan teknologi yang luar biasa, kini menjadi destinasi bagi 16 mahasiswa Fakultas Teknik dan Sains (FTS) yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Para mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Elektro ini mendapatkan kesempatan emas untuk melaksanakan magang di industri terkemuka Jepang, sesuai dengan bidang studi mereka.

Program ini memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam memahami teknologi mutakhir, sistem kerja, serta budaya industri Jepang. Mereka terlibat langsung dalam berbagai proyek teknik yang menantang, mendapatkan bimbingan dari para ahli, serta memperluas wawasan tentang inovasi industri global.

Salju adalah pengalaman baru yang tidak ada di tanah air

Namun, sebelum berangkat ke Jepang, mahasiswa harus memenuhi syarat utama, yaitu menguasai bahasa Jepang minimal level N5. Untuk itu, mereka mendapatkan pembelajaran bahasa Jepang yang intensif dari Program Studi Sastra Jepang Universitas Nasional (Unas). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan bahasa yang cukup agar mereka bisa berkomunikasi dengan baik di tempat magang dan beradaptasi dengan lingkungan kerja di Jepang.

Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki disiplin dan integritas tinggi, yang merupakan syarat utama di industri Jepang. Mereka harus menyesuaikan diri dengan budaya kerja yang ketat, tepat waktu, serta memiliki etos kerja yang tinggi. Selain itu, setiap peserta diwajibkan untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku di perusahaan tempat mereka magang.

“Di Jepang, disiplin itu bukan sekadar aturan, tapi budaya. Kami harus benar-benar mengikuti SOP dan standar keselamatan kerja dengan ketat. Keterlambatan atau kelalaian kecil bisa berdampak besar. Tapi justru dari sini, kami belajar bagaimana bekerja secara profesional,” ungkap Irvan, mahasiswa Teknik Elektro yang mengikuti program ini.

 

Tak hanya soal magang dan belajar, mahasiswa juga memanfaatkan waktu luang mereka untuk menjelajahi keindahan Jepang. Dari gemerlap kota Tokyo, keunikan budaya Kyoto, hingga keindahan alam Gunung Fuji, mereka mengeksplorasi berbagai sisi Jepang yang memesona. Menikmati kuliner khas, mengenal budaya lokal, serta merasakan atmosfer negeri Sakura menjadi pengalaman tak terlupakan dalam perjalanan mereka.

Salah satu peserta program, Rio, mahasiswa Teknik Mesin, mengungkapkan bahwa program MBKM ke Jepang ini benar-benar memberikan banyak keuntungan.

 

   Bekerja butuh ketelitian dan akurasi tinggi

“MBKM ke Jepang itu enak! Bisa jalan-jalan, tambah ilmu, dan yang paling menarik, dapat uang saku lebih dari 18 juta per bulan. Bahkan, setelah lulus nanti, kami langsung ditawari kerja di perusahaan tempat magang!” ujar Rio dengan penuh antusias.

Showdown in Tokyo

Hal serupa juga dirasakan oleh Nadira, mahasiswa Teknik Elektro, yang antusias terhadap perkembangan teknologi Jepang. “Saya bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang otomasi industri, dan itu sangat relevan dengan studi saya. Saya juga belajar banyak tentang IoT dan sistem kelistrikan di Jepang. Saat libur, kami berkeliling mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan mencoba makanan khas Jepang—benar-benar pengalaman yang tak ternilai!” katanya dengan penuh semangat.

Sebelum keberangkatan, Dekan FTS UNAS berpesan kepada para mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dan bangsa Indonesia selama mengikuti program MBKM ini.

“Kalian adalah duta Universitas Nasional dan juga duta bangsa. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, tunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kompetensi tinggi, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global. Jagalah sikap, hormati budaya setempat, serta jadilah pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab,” pesan Dekan FTS UNAS Ir. Ruliyanto, S.T., M.T., Ph.D dalam sambutannya.

 

Program MBKM ke Jepang ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan belajar di tingkat global. Dengan kombinasi antara pengalaman magang yang berharga, eksplorasi budaya yang kaya, serta keterampilan bahasa yang telah mereka kuasai, 16 mahasiswa FTS ini pulang ke Indonesia dengan wawasan yang lebih luas, siap menerapkan ilmu yang mereka dapatkan untuk kemajuan bangsa.

 

 

Mencoba kuliner khas Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *