MPR RI Goes to Campus: Urgensi Transisi Energi dalam Mencegah Dampak Perubahan Iklim

Jakarta (Unas) – Universitas Nasional (UNAS) menjadi tuan rumah kegiatan “MPR RI Goes to Campus” dengan tema “Urgensi Transisi Energi dalam Mencegah Dampak Perubahan Iklim”. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu energi dan lingkungan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Nasional, Prof. Dr. Suryono Efendi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri dalam mempercepat transisi energi demi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi nasional.

Acara ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., Wakil Ketua MPR RI periode 2024-2029, yang merupakan pakar kebijakan energi dan anggota legislatif, serta Ruliyanto, ST., MT., PhD., IP., profesional di bidang energi terbarukan khususnya green building dan Dekan Fakultas Teknik dan Sains UNAS, seorang akademisi dan pakar energi terbarukan. Diskusi yang dipandu oleh Agung Iswadi, S.Si, M.Sc, PhD., Manager di Pusat Studi Energi Berkelanjutan dan Manajemen Sumber Daya Universitas Nasional serta pakar di bidang EBT yang menjalani beberapa penelitiannya di UK sebagai moderator, berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa yang antusias terhadap kebijakan energi dan inovasi teknologi dalam sektor energi terbarukan.

Dr. Addy Soeparno, S.H. M.H. dalam paparannya

Dalam pemaparannya, Dr. Eddy Soeparno menyoroti tantangan dan peluang kebijakan energi di Indonesia, termasuk peran regulasi dalam mendukung transisi ke energi bersih. Ia menegaskan, “Indonesia saat ini sudah dalam kondisi krisis iklim. Kita harus segera beralih ke energi terbarukan untuk mengurangi dampak lingkungan yang semakin parah.”

Sementara itu, Ruliyanto, ST., MT., PhD., IP. membahas aspek teknis dan inovasi dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan, serta implikasi ilmiahnya bagi masa depan energi nasional. Ia juga menyampaikan bahwa kita dapat mengatasi krisis melalui green building dalam kehidupan sehari-hari, yang mencakup konsep ‘green building dalam perilaku’. Ia juga menyoroti pentingnya hemat energi, daur ulang sampah, hemat air, serta penggunaan kendaraan ramah lingkungan sebagai langkah konkret dalam mendukung transisi energi dan keberlanjutan lingkungan.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung dinamis, dengan berbagai pertanyaan terkait penerapan energi terbarukan di Indonesia, tantangan investasi, hingga peran generasi muda dalam mendorong transisi energi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan akademisi semakin memahami urgensi transisi energi serta mampu berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui inovasi dan advokasi kebijakan yang berkelanjutan.

 

Foto bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Nasional Dekan FTS, Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan FTS, serta Narasumber

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan plakat penghargaan kepada para pembicara sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membangun kesadaran akan pentingnya transisi energi di Indonesia. ®Lee

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *